terbunuh oleh rabun
June 15, 2007
benarkah begitu
seperti katamu
tentang cinta yg berserak dimana-mana
taukah kamu,
semua masih gelap bagiku
hitam yg semesta
seperti payung para peziarah kubur
sejak rembulan itu pergi
hanya meninggalkan bintik
serupa paralaks parah panjang
yg susah kutangkap
[ada jeda di nafasmu
saat kubisikkan nganga luka itu
jejak yg panjang
menikamku di labirin ingatan
tentang setumpuk buku, juga sekeranjang buah duku
yg pernah kau biarkan teronggok di tangan kiriku
kau begitu maya
dan aku begitu rapuh
saat itu]
atau
aku terlalu rabun
untuk menganggapmu pernah ada ?
14.06.07
Entry Filed under: poems. .
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed